Rabu, 12 Juni 2019

Laporan Bahasa Bali Alus Madia dan Alus Singgih




BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Bahasa Bali merupakan bahasa yang menjadi bahasa daerah di Pulau Bali. Bahasa Bali ini memilikifungsi serta tata cara penggunaannya dalam kehidupan masyarakat di Bali. Dengan kebudayaan dan kehidupan masyarakat Bali yang unik, Bahasa Bali ini berkembang lagi lebih luas. Dalam penggunannya, Bahasa Bali dapat dibagi menjadi menjadi 3 jenis, yaitu Bahasa Bali Alus, Madia, dan Kasar. Alasan adanya pembagian Bahasa Bali ini tentu karena ada banyaknya golongan-golongan masyarakat yang tinggal di Bali. Berdasarkan ketiga pembagian tersebut juga, Bahasa Bali Alus merupakan bahasa yang memiliki penggunaan luas dalam praktiknya. Berdasarkan kehidupan masyarakat di Bali yang unik, Bahasa Bali Alus ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa bagian yang lebih spesifik dalam fungsinya, yaitu Bahasa Alus Singgih, Sor, Madia, dan Mider.
Berdasarkan pembagian itu, Bahasa Bali Alus Madia dan Singgih merupakan bagian Bahasa Bali Alus dengan fungsi yang istimewa dan strukturnya yang berbeda dengan Bahasa Bali Alus lainnya. Berdasarkan itu, makalah ini dibuat dengan tujuan untuk membahas bagaimana bentuk Bahasa Bali Alus Madia dan Singgih. Bagaimana pengertian, penggunaan dan contoh Bahasa Bali Alus Madia dan Singgih dan beberapa perbedaan dalam kedua jenis bahasa tersebut akan dibahas dalam makalah ini.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang makalah ini, ada beberapa rumusan masalah yang dapat ditemukan  :

1.      Apa pengertian Bahasa Bali Alus Madia dan Singgih ?
2.      Bagaimana contoh kata dan kalimat dari Bahasa Bali Alus Madia dan Singgih ?


BAB II
PEMBAHASAN
            2.1       Kruna Alus Madia (Ama)
         Kata Alus Madia adalah kata alus yang rasa bahasanya madia (menengah), yang pada umumnya digunakan dalam berbicara pada seseorang yang belum dikenal, pada seseorang yang hubungan keakrabannya belum begitu akrab. Kata alus madia berdasarkan bentuk dan rasa bahasanya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.      Kata alus madia yang memang rasa bahasanya alus madia.
 Contohnya:
·         sirah 'kepala'  (Sirah tiangé sakit ibi sanja).
·         sirep 'tidur'  (I Bapa kari sirep di baléné).
·         ngajeng 'makan'  (I Meme ngajeng biu di paon), dst.
2.      Kata alus madia yang berasal dari kependekan bentuk alus yang lainnya.
           Contohnya:
·      ten 'tidak' -> kependekan dari kata nénten (Tiang ten maan kema).
·       tiang 'saya' -> kependekan dari kata titiang (Tiang ten polih merika).
·      ampun 'sudah' -> kependekan dari kata sampun (Tiang ampun polih jinah).
·      nika 'itu' -> kependekan dari kata punika (Tiang nika sané ngambil).
·      niki 'ini' -> kependekan dari kata puniki (Baju niki ané anggona).
·       sira 'siapa' -> kependekan dari kata sapasira (Sira sané ngambil ayamé?).
·      napi 'apa' -> kependekan dari kata sapunapi (Napi sané ngutgut jajané?), dst.


            2.2       Kruna Alus Singgih (Asi)
         Kata Alus Singgih adalah kata alus yang pada umumnya digunakan untuk menghormati seseorang yang patut dihormati.
            Contohnya:
·         séda, lebar, lina  'meninggal'  (Ida Peranda sampun séda/lebar/lina). 
·         ngaksi, nyuryanin 'melihat' (Ida sané polih ngaksi paksi ring taman).
·         ngandika 'berbicara'  (Titiang nunas mangda i ratu dumunan ngandika).
·         mobot 'hamil'  (Rabinida mangkiin sampun mobot)
·         makolem 'tidur'  (Ajinida kantun makolem ring gedong).
·         sungkan 'sakit'  (Ida kantun sungkan).
·         maputra 'punya anak' (Arinida ring Jawi mangkin sampun maputra).
·         marayunan 'makan'  (Ida kantun marayunan ring perantenan ipun).
 ·         ica 'tertawa' (Ida makasami ica mirengang ipun).
 ·         mabaos 'berbicara' (Ida mangda polih mabaos dumun), dst.

BAB III
PENUTUP
3.1.            Simpulan
           Dengan kita mempelajari 2 dari kruna ini, yaitu kruna alus madia (Ama) dan kruna alus singgih (Asi), kita lebih tau cara berbicara bagaimana menggunakan bahasa bali yang baik dan benar sesuai dengan kasta atau tingkatannya.
3.2.            Saran
         Kita sebagai generasi muda, harus tetap melestarikan budaya daerah asal kita yaitu budaya Bali. Seperti bahasanya, supaya kita lebih tau bagaimana berbahasa dengan orang-orang disekitar kita dengan baik dan sopan.

Laporan Praktikum Fisika : Percobaan Bandul


Laporan Praktikum Fisika : Percobaan Bandul

Variasi massa (amplitude 10 dan panjang tali 0,2 m atau 20 cm )

No.
Massa
Periode
Frekuensi
1.
50 gram
1,117
0,895 Hz
2.
100 gram
1,1
0,909 Hz
3.
150 gram
1,085
0,921 Hz

Apakah massa mempengaruhi periode dan frekuensi pada bandul ?
-          Berdasalkan hasil praktikum ini , dari 10 getaran dan menghitung waktunya untuk mendapatkan frekuensi dan periodenya, manurut kami massa mempengaruhi periode dan frekuensi, namun hanya sedikit kurang lebih sekitar 0,095 s dan 0,026 Hz. Akibat dari gerakan reflek mata dan kecepatan dalam menekan stopwatch maka massa tidak mempengaruhi periode dan frekuensi bandul.

Variasi Simpangan ( panjang tali 0,2 m atau 20 cm dan massa 100 gram)

No.
Simpangan
Periode
Frekuensi
1.
20
1,085 s
0,921 Hz
2.
30
1,116 s
0,896 Hz
3.
60
1,111 s
0,9 Hz

Apakah simpangan mempengaruhi periode dan frekuensipada bandul ?
-          Berdasalkan hasil praktikum ini , dari 10 getaran dan menghitung waktunya untuk mendapatkan frekuensi dan periodenya, manurut kami simpangan mempengaruhi periode dan frekuensi, namun hanya sedikit yaitu 0,025 s dan 0,023 Hz. Akibat gerak harmonikpada bandul hanya berlaku pada sudut yang lebih kecil dari 10, maka pada sudut 20, 30, dan 60 tidak berlaku gerak harmonik sederhana.

Variasi Panjang Tali ( massa 50 gram dan sudut 10 )
No.
Panjang Tali
Periode
Frekuensi
1.
10 cm
0,651 s
1,536 Hz
2.
20 cm
0,887 s
1,127 Hz
3.
30 cm
1,097 s
0,911 Hz


Apakah panjang tali mempengaruhi periode dan frekuensi ?
 Berdasarkan hasil praktikum ini, dari 10 getaran dan menghitung waktunya untuk mendapatkan frekuensi dan periodenya, menurut kami panjang tali mempengaruhi periode dan frekuensi. Ditemukan bahwa semakin panjang tali maka semakin besar periode namun semakin kecil frekuensi, ini juga akibat dari hubungan periode dan frekuensi yg berkebalikan.


Silahkan download laporan diatas dengan mengklik gambar ini !


Selasa, 11 Juni 2019

Contoh dan Kerangka Teks Ceramah


Pentingnya Jiwa Sosial Pada Remaja

Om Swastyastu , Assalamu’alaikum Wr.Wb. Salam Sejahtera untuk kita semua
Yang terhormat pendiri sekaligus pengurus Panti Asuhan Surya Bakti ,  teman – teman yang saya cintai serta hadirin sekalian.
Puji syukur kita kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan limpahan karunianya kita bisa berkumpul disini dalam acara Bakti Sosial Panti Asuhan Surya Bakti.Pada kesempatan yang sangat berharga ini saya akan membicarakan tentang  Jiwa sosial Pada Remaja.
Dewasa ini  penting sekali untuk memiliki jiwa sosial bukan saja di lingkungan keluarga , sekolah maupun juga masyarakat. Jiwa sosial dibentuk dilingkungan yang paling dekat dengan kita , yaitu: keluarga, sanak saudara, bahkan juga dilingkungan sekitar rumah kita. Karena dengan jiwa sosial yang ditanamkan sejak kecil, maka terjalinlah rasa peduli ,  saling tolong menolong, dan kasih sayang. Jiwa sosial dapat diartikan sebagai sikap yang menggambarkan kepedulian untuk melakukan sesuatu kepentingan kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan. Hadirin sekalian patut menyadari bahwa memiliki jiwa sosial dan menanamkannya pada anak , saudara bahkan teman – teman sangatlah penting . Sehingga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haknya. Karena seseorang yang mempunyai jiwa sosial maka akan tertanam rasa senasib sepenanggungan. Bila kita berada dalam keadaan yang berlebih, maka hendaklah menjadin orang yang murah tangan. Suka memberikan sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan.
Di zaman ini masyarakat banyak mengeluhkan kejadian – kejadian buruk yang dilakukan oleh remaja, hal ini disebabkan oleh kurangnya jiwa sosial dan rasa bertanggung jawab sehingga remaja kini semakin tidak terkendali tindakannya . Contoh kasus pemakaian narkoba, tawuran, pencurian, bahkan pembunuhan dilakukan oleh kaum remaja. Tidak sedikit diantara mereka yang mempunyai tingkat pendidikan yang baik, berasal dari keluarga yang berkecukupan, bahkan tidak sedikit diantara mereka merupakan publik figur yang di idolakan oleh banyak remaja lainnya. Penyebab rusaknya moral remaja saat ini cenderung disebabkan oleh pembentukan mental serta karakter yang kosong, dimana para remaja tersebut tidak mempunyai pegangan dalam menjalankan hidup. Tidak adanya landasan agama yang kuat serta kurangnya bimbingan dan kasih sayang dari orang tua juga disinyalir sebagai pokok permasalahan ini. Kondisi seperti ini harus segera diatasi demi kebaikan kita bersama. Peranan orang tua dalam membina, mendidik, serta membentuk karakter para remaja sangatlah dominan. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama yang baik antara orang tua dan anak. Karena bisa jadi, tempat yang mereka anggap nyaman tersebut merupakan pergaulan yang salah sehingga bisa mempengaruhi karakter dan mental anak di masa yang akan datang
Oleh karena itu , kita tidak boleh berhenti untuk menanamkan dan berusaha membangun jiwa sosial pada anak maupun sanak saudara kita  Dengan mengajarkan untuk saling peduli , tolong menolong dan memberikan bantuan bagi orang yang membutuhkan maka timbulah rasa kasih sayang dan peduli sehingga tidak terjadi lagi penurunan moral para remaja sehingga kita akan mempunyai kualitas hidup yang lebih baik, dapat hidup dengan lebih nyaman, serta terjaminnya masa depan negara tercinta ini.
Demikian ceramah dari saya, semoga bisa memberikan sedikit pencerahan bagi kita semua. Saya mohon maaf apabila terdapat perkataan yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian terimakasih,
Om Santih,Santih,Santih , Om , Wassalamu'alaikum Wr. Wb , Salam Sejahtera untuk kita semua

Kerangka Teks Ceramah Jiwa Sosial Pada Remaja

1. Salam : Om Swastyastu , Assalamu’alaikum Wr.Wb. Salam Sejahtera untuk kita semua

2. Sapa : Yang terhormat pendiri sekaligus pengurus Panti Asuhan Surya Bakti ,  teman – teman yang saya cintai serta hadirin sekalian .

3. Syukur : Puji syukur kita kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan limpahan karunianya kita bisa berkumpul disini dalam acara Bakti Sosial Panti Asuhan Surya Bakti.

4. Topik : Jiwa sosial Pada Remaja

5. Susunan kerangka materi :
a. Manfaat jiwa sosial bagi anak : Jiwa sosial dibentuk dilingkungan yang paling dekat dengan kita , yaitu: keluarga, sanak saudara, bahkan juga dilingkungan sekitar rumah kita. Karena dengan jiwa sosial yang ditanamkan sejak kecil, maka terjalinlah rasa peduli ,  saling tolong menolong, dan kasih sayang.
b. Pengertian jiwa sosial : Jiwa sosial dapat diartikan sebagai sikap yang menggambarkan kepedulian untuk melakukan sesuatu kepentingan kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan.
c. Dampak tidak adanya jiwa sosial : Di zaman ini masyarakat banyak mengeluhkan kejadian – kejadian buruk yang dilakukan oleh remaja, hal ini disebabkan oleh kurangnya jiwa sosial dan rasa bertanggung jawab sehingga remaja kini semakin tidak terkendali tindakannya . Contoh kasus pemakaian narkoba, tawuran, pencurian, bahkan pembunuhan dilakukan oleh kaum remaja. Tidak sedikit diantara mereka yang mempunyai tingkat pendidikan yang baik, berasal dari keluarga yang berkecukupan, bahkan tidak sedikit diantara mereka merupakan publik figur yang di idolakan oleh banyak remaja lainnya.
d. Peran orang tua dalam menanamkan jiwa sosial pada anak : Peranan orang tua dalam membina, mendidik, serta membentuk karakter para remaja sangatlah dominan. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama yang baik antara orang tua dan anak. Karena bisa jadi, tempat yang mereka anggap nyaman tersebut merupakan pergaulan yang salah sehingga bisa mempengaruhi karakter dan mental anak di masa yang akan datang
e. Penyebab timbulnya perilaku buruk anak :
- Pergaulan anak
- Pembentukan karakter serta mental yang kosong
- Kesibukan orang tua dalam bekerja

6. Simpulan : Oleh karena itu , kita tidak boleh berhenti untuk menanamkan dan berusaha membangun jiwa sosial pada anak maupun sanak saudara kita . Dengan mengajarkan untuk saling peduli , tolong menolong dan memberikan bantuan bagi orang yang membutuhkan maka timbulah rasa kasih sayang dan peduli sehingga tidak terjadi lagi penurunan moral para remaja sehingga kita akan mempunyai kualitas hidup yang lebih baik, dapat hidup dengan lebih nyaman, serta terjaminnya masa depan negara tercinta ini.
   
7. Saran dan Ajakan :
a. Ajakan untuk menanamkan jiwa sosial pada anak :  Oleh karena itu , kita tidak boleh berhenti untuk menanamkan dan berusaha membangun jiwa sosial pada anak maupun sanak saudara kita .
b. Saran untuk menjalin hubungan yang baik dengan anak : Peranan orang tua dalam membina, mendidik, serta membentuk karakter para remaja sangatlah dominan. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama yang baik antara orang tua dan anak.
8. Maaf : Demikian ceramah dari saya, semoga bisa memberikan sedikit pencerahan bagi kita semua. Saya mohon maaf apabila terdapat perkataan yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian.
9. Salam : Om Santih,Santih,Santih , Om , Wassalamu'alaikum Wr. Wb , Salam Sejahtera untuk kita semua

Jumat, 07 Juni 2019

Merawat Hamster untuk Pemula




1. Berikan tempat yang cukup luas

Beri hamster lahan yang luas, meskipun mereka mungkin sering tertidur, hamster sangat aktif dan membutuhkan banyak ruang untuk berlari agar mereka terangsang dan bahagia. Anda harus membuat kandang hamster sangat luas karena pada habitat aslinya hamster dapat berlari sejauh 5 km dalam sehari. Ukuran minimum yang disarankan untuk kandang adalah 30 cm (tinggi), 25 cm (lebar) dan 30 cm (panjang), namun semakin besar semakin baik.
Kandang kawat, kandang plastik, dan tangki ikan yang dikonversi adalah rumah yang bagus untuk hamster. Ada kelebihan dan kekurangan untuk masing-masing. Pastikan alas kandang memiliki  kedalamannya minimal 3-5 cm dan ditutupi dengan pencukur kayu bebas debu atau bahan bersarang yang aman, atau media lainnya. Cobalah untuk menyediakan alas dengan kedalaman sekitar 6 cm sehingga hamster bisa menggali ke dalamnya.

2. Berikan makanan baik biji - bijian, sayuran dan air

- Meskipun hamster Anda akan sangat aktif dan memiliki metabolisme yang cepat, ia masih bisa menjadi kelebihan berat badan jika Anda memberinya makan berlebih. Umumnya Anda harus menyediakan sekitar satu sendok makan pelet atau campuran biji setiap hari sebagai inti dari makanannya. Anda bisa menambahkan sayuran sesekali sebagai hadiah.
Ini akan membuatnya hamster kenyang, namun Anda harus mengawasi seberapa banyak dia makan dan cenderung memberikan camilan dalam jumlah kecil.

- Jika sayuran menyebabkan bau dan memperburuk kondisi kandang, singkirkanlah makanan yang tidak dimakan. Anda juga dapat memberikan beberapa suguhan keras, seperti biskuit anjing kecil, cabang dari pohon buah-buahan, atau suguhan yang diproduksi secara komersial yang membantu melemahkan giginya.Hanya berikan suguhan keras seperti ini seminggu sekali. Ingatlah bahwa hamster menyimpan makanan mereka di toko tersembunyi, jadi mangkuk kosong tidak berarti ia kehabisan makanan. Pastikan selalu ada air minum yang bersih. Gunakanlah air minum yang Anda konsumsi untuk menjaga hamster Anda tetap sehat dan bahagia. Pastikan untuk membersihkan botol dan nozzle secara teratur untuk menghindari kemungkinan kontaminasi.


3. Sediakan mainan


Sediakanlah roda hamster, karena hamster senang berolahraga dalam kandang yang relatif kecil, jumlah yang bisa mereka habiskan terbatas. Roda yang diperuntukkan bagi tikus memiliki diameter besar dan merupakan pilihan yang baik untuk hamster Anda. Seperti halnya roda hamster, mendapatkan bola hamster dapat membuatnya berlari untuk waktu yang lebih lama. Ini juga cara yang menyenangkan untuk mengeluarkannya dari kandangnya. Pastikan Anda terus mengawasinya dan tidak ada ruang bagi hewan lain ( bukan hamster ) untuk berada di dalam ruangan bersama Anda. 




4. Tempat persembunyian

Hamster membutuhkan tempat persembunyian, karena hamster sangat sensitif terhadap suara dan cahaya frekuensi tinggi . Oleh sebab itu, Anda harus berhati-hati ketika menemukan tempat untuk kandangnya. Jangan letakkan kandang di ruangan tempat lampu menyala dan mati sepanjang malam. Hewan malam membutuhkan kegelapan di malam hari. Jauhkan kandang dari televisi dan layar komputer serta dari peralatan keras seperti pembersih vaksin, yang bisa sangat menyusahkan hamster.


5. Suhu yang normal

Jauhkan kandang dari panas dan dingin yang ekstrem. Tempat Anda meletakkan kandang merupakan faktor penting dalam kesehatan dan kebahagiaan hamster. Jangan letakkan kandang di tempat yang terkena banyak panas, seperti di sebelah radiator atau panas matahari. Sama pentingnya untuk memastikan bahwa kandang tidak berada di tempat yang dingin atau berangin. Jika berada di tempat yang agak dingin, pastikan untuk menyediakan tempat tidur tambahan untuk kehangatan.




6. Berikan hamster jalan jalan

Salah satu cara untuk memberikan hamster kebahagiaan dengan memberi kesempatan untuk keluar dari kandangnya dan terbiasa menghabiskan waktu bersama Anda. Dengan memasang alat bermain yang aman di rumah Anda seperti hamster ball atau hamster tube. Untuk melakukan ini, cari area lantai yang datar dan bersih dan pastikan ia tertutup sehingga hamster tidak bisa melarikan diri. Dia akan menikmati berlari di sekitar ruang yang lebih terbuka, tetapi pastikan untuk terus mengawasinya. Sabar dan biarkan dia menjelajahi area dengan langkahnya sendiri. Setelah dia merasa lebih nyaman, Anda bisa bermain bersama ( menjadi hal lain untuk didaki ). Kotak permainan  juga cara yang baik untuk menyediakan area untuk bermain di luar kandang


7. Buat hamster mengenal pemiliknya

Kenali hamster dan luangkan waktu Anda untuk mengamati hamster serta mengenal kepribadian dan tingkah lakunya. Beberapa hamster akan pemalu dan tertutup, dan Anda harus bersabar saat ingin bermain dengannya dan tidak mengganggunya secara berlebihan jika ini masalahnya. Jika hamster Anda mencicit, itu bisa menandakan bahwa ia gelisah atau cemas. Ini bisa terjadi terutama ketika hamster diperkenalkan ke lingkungan baru. Setelah hamster sangat nyaman melakukannya, mulailah mengangkat tangan sedikit di atas lantai.

- Jika hamster Anda terlalu takut, kembalilah dengan memberikan camilan melalui tangan Anda.
- Jika dia melompat dari tanganmu dia tidak akan terluka.
- Jika dia tertekan atau menggigit Anda, taruh saja dia dan beri dia hadiah. Setiap kali Anda mencoba mengambil hamster, Anda harus mengambilnya dari bawah.
- Jangan pernah mengganggunya saat dia tidur.


8. Ajak hamster bermain

Jika Anda ingin memegang hamster, penting bagi Anda untuk bersikap tenang dan sabar, dan jangan mencoba memegang terlalu sering. Anda bisa mulai dengan memberi hamster camilan dari tangan Anda. Letakkan tangan Anda rata di tanah dan biarkan hamster terbiasa dengannya. Berikan hamster Anda makanan. Jika hamster takut, angkat tangan perlahan beberapa hamster lebih gugup daripada yang lain. Seiring waktu Anda akan menemukan bahwa dia menjadi lebih nyaman dan berjalan ke tangan Anda tanpa ragu-ragu.


9. Berikan hamster mainan untuk di gerogoti.

Pastikan ada beberapa hal untuk dimainkan. Hamster suka bermain dan membutuhkan barang-barang di kandang mereka agar tetap terstimulasi dan sibuk. Mainan kunyah kayu menawarkan aktivitas yang menyenangkan dan juga membantu menjaga giginya tetap sehat. Pastikan Anda hanya menggunakan kayu yang aman untuk hewan peliharaan. Anda juga bisa membuat mainan di rumah. 


10. Sediakan bak mandi pasir dan bersihkan kandang hamster secara teratur

Bersihkan kandang secara teratur dan biarkan hamster memberisihkan dirinya. Penting bagi hamster untuk mandi dengan pasir mandi serta membersihkan kandang secara teratur untuk memastikan kandangnya tetap sehat bagi hamster Anda. Coba bersihkan kandang dan bak pasir seminggu sekali. Jika Anda membersihkan kandang terlalu sering atau jarang, hal itu dapat menyebabkan kesusahan bagi hamster Anda.




Kodifikasi Weda


Dalam agama hindu weda merupakan kitab suci yang berisi ajaran suci melalui Ida Sang Hyang Widhi Wasa kepada Maha Rsi. Asal mula kata Weda berasal dari bahasa sansekerta " Vid " yang artinya ilmu pengetahuan. Sebagai sumber ajaran bagi agama hindu, weda juga dapat diklasifikasikan berdasarkan sumbernya , baik secara sruti dan juga smrti. Berikut klasifikasinya :




Keterangan :
Kitab suci Weda ada 2 yaitu kitab weda Sruti dan kitab weda Smerti. Kitab suci weda Sruti adalah kitab suci yang di wahyukan oleh Ida Sang Hyang Widhi melalui para Maha Rsi dengan mendengarkan secara langsung. Sedangkan Kitab suci weda Smerti adalah kitab suci weda yang ditulis berdasarkan ingatan atau tafsiran oleh para Maha Rsi dari wahyu Ida Sang Hyang Widhi.
Kitab suci weda Sruti berdasarkan sifat isinya dibagi menjadi 3 yaitu :
-                Bagian Mantra Samhita
-                Bagian Brahmana / Karma Kanda
-                Bagian Upanisad dan Aranyaka

Bagian Mantra Samhita berisikan syair atau prosa liris atau Sansekerta weda yang terdiri dari :
-                Reg Weda Samhita
Reg Weda Samhita dihimpun oleh Maha Rsi Pulaha / Paila. Reg Weda Samhita merupakan kumpulan mantra-mantra yang isinya memuat ajaran-ajaran umum dalam bentuk pujaan Rc atau Rcas ( arc berarti memuja ) atau pujaan kehadapan Tuhan. Reg Weda Samhita terdiri dari 10.552 mantra dengan pendetanya bernama Hotri ( Hotr ).
-                Sama Weda Samhita
Sama Weda Samhita dihimpun oleh Maha Rsi Jaimini. Sama Weda Samhita merupakan kumpulan mantra-mantra yang isinya memuat tentang ajaran-ajaran umum mengenai lagu-lagu pujaan atau saman. Sama Weda Samhita terdiri dari 1.875 mantra dengan pendetanya bernama Uggatri atau Udgatri.
-                Yajur Weda Samhita
Yajur Weda Samhita dihimpun oleh Maha Rsi Waisampayana. Yajur Weda Samhita merupakan kumpulan mantra-mantra yang isinya memuat ajaran umum mengenai pokok-pokok yajna (yajus, pluralnya Yajumsi). Yajur Weda Samhita terdiri dari 1.975 mantra dengan pendetanya bernama Adwaryu.
-                Atharwa Weda Samhita
Atharwa Weda Samhita dihimpun oleh Maha Rsi Sumantu. Atharwa Weda Samhita merupakan kumpulan mantra-mantra yang isinya memuat ajaran yang bersifat magis ( Atharwan ) atau memuat ajaran kehidupan sehari-hari. Atharwa Weda Samhita terdiri dari 5.987 mantra dengan pendetanya bernama Brahmana.


Bagian kedua yang terpenting dari kitab Sruti adalah bagian yang disebut Brahmana atau Karma Kanda. Himpunan buku-buku ini disebut Brahmana. Tiap-tiap mantra ( Reg Weda, Sama Weda, Yajur Weda dan Atharwa Weda ) memiliki Brahmana. Brahmana berarti doa. Jadi kitab Brahmana adalah kitab yang berisi himpunan doa-doa yang dipergunakan untuk keperluan upacara yajna. Kadang-kadang Brahmana diartikan penjelasan yang menjelaskan arti kata ucapan matra. Kitab-kitab Brahmana juga memuat ajaran tentang kewajiban-kewajiban hidup beragama. Kewajiban-kewajiban ini antara lain melakukan upacara korban atau yajna.
-    Kitab Reg Weda memiliki dua jenis buku Brahmana  yaitu: Aitareya Brahmana dan Kausitaki Brahmana ( Sankyana Brahmana ) kitab Brahmana yang pertama terdiri dari 40 bab dan yang kedua terdiri dari 30 bab.
-    Kitab Sama Weda memiliki 3 kitab Brahmana antara lain : Tandya Brahmana ( Pancawisma ), Sandwisma Brahmana dan Adhuta Brahmana.
-    Yajur Weda memiliki 2 kitab Brahmana antara lain : Taittiriya Brahmana ( Krsna Yajur Weda / Yajur Weda Hitam ) dan Satapatha Brahmana ( Sukla Yajur Weda / Yajur Weda Putih ).
-    Atharwa Weda memiliki kitab Gopahta Brahmana.

Aranyaka atau Upanisad adalah himpunan mantra-mantra yang isinya membahas berbagai aspek teori mengenai ke-Tuhanan. Himpunan ini merupakan bagian Jnana Kanda dari Weda Sruti. Sebagaimana halnya dengan tiap-tiap mantra memiliki Brahmana, demikian pula tiap-tiap mantra memiliki kitab-kitab Aranyaka atau upanisad.  Kata Upanisad berasal dari bahasa Sansekerta dari akar kata Upa berarti dekat / sekitar , Ni berarti pemimpin / Guru dan Sad berarti duduk. Upanisad berarti duduk di bawah dekat guru untuk mendengarkan ajaran-ajaran suci kerohanian yang sifatnya rahasia. Kelompok kitab-kitab ini disebut rahasia jnana karena isinya membahas hal-hal yang bersifat rahasia. Kitab Aranyaka atau Upanisad merupakan kelanjutan dari kitab Brahmana, kitab ini merupakan pedoman bagi orang yang sudah melaksanakan Wanaprastha.

Sedangkan Kitab Suci Weda Smerti dibagi menjadi 2 yaitu :
-                Wedangga
Kata Wedangga terdiri dari kata Weda dan Angga dalam Bahasa Sansekerta. Veda atau Weda berarti ilmu pengetahuan suci dan Angga berarti bagian, anggota, badan, sumber, dasar. Wedangga adalah batang tubuh atau badan dari Weda.
Wedangga terdiri dari :
-    Siksa adalah petunjuk-petunjuk tentang cara mengucapkan mantra yang tepat sesuai dengan tinggi rendahnya tekanan suara.
-          Wyakarana adalah tata bahasa
-          Chanda adalah lagu
-          Nirukta adalah sinonim / antonim atau penafsiran kata yang terdapat dalam Weda
-          Jyotisa adalah ilmu astronomi atau ilmu perbintangan
-          Kalpa adalah ritual
1.      Srauta Sutra isinya tentang berbagai cara pemujaan, pemeliharaan atau melakukan penghormatan kepada Tryagni. Disamping itu memuat tentang tata cara upacara penyelenggaraan Dasapurnamamasa yaitu upacara yang wajib dilakukan setiap Purnama Tilem
2.      Grhya Sutra isinya memuat keterangan dan petunjuk-petunjuk tentang upacara samskara, adat-adat, kebiasaan yang berlaku untuk golongan tertentu mulai dari upacara garbadhana sampai upacara antyesti
3.      Dharma Sutra memuat aturan-aturan dasar yang mencakup bidang hukum, agama, kebiasaan atau acara dan sistacara, kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi oleh setiap golongan dan berbagai aturan yang penting dalam hidup ini
4.      Sulwa Sutra isinya memuat peraturan-peraturan mengenai tata cara membuat tempat peribadatan atau tempat suci, bangunan-bangunan lainnya atau tentang ilmu arsitektur  
-                Upaweda
Kitab-kitab Upaweda merupakan kitab kelompok kedua dari Weda Smerti setelah kitab-kitab Wedangga. Kata Upaweda terdiri dari kata Upa dan Weda. Upa berarti dekat / sekitar, Weda berarti ilmu pengetahuan suci / kitab suci. Jadi Upaweda berarti kitab suci atau pengetahuan suci yang menguraikan hal-hal yang ada di sekitar Weda.
Upaweda terdiri dari :
-    Itihasa
Sebuah epos yang menceritakan sejarah perkembangan raja-raja dan kerajaan hindu di masa silam
-    Purana
Pustaka yang memuat ajaran suci dalam bentuk cerita-cerita kuno dan perumpamaan untuk memudahkan penerapan dan pengertian yang terkandung dalam kehidupan sehari-hari serta bagi mereka yang tingkat pikirannya belum tinggi
-    Artha Sastra
Kitab yang berisikan tentang pokok-pokok pemikiran bidang ilmu politik
-    Ayur Weda
Kelompok kitab Upaweda yang menguraikan tentang ilmu pengobatan atau kedokteran atau kesehatan baik rohani maupun jasmani

-    Gandharwa Weda
Kitab yang menguraikan tentang berbagai aspek cabang ilmu seni
-    Kama Sastra
Kitab yang menguraikan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan asmara , seni atau rasa keindahan
-    Agama
Kitab yang memuat ajaran tentang keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa dan petunjuk-petunjuk untuk melaksanakan tata cara persembahyangan